Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Seririt pada Senin (7/9/2026). Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi untuk memetakan komoditas unggulan serta peluang investasi berbasis wilayah pedesaan di Kabupaten Buleleng.
Pelaksanaan FGD bertujuan menjaring data primer, aspirasi, sekaligus memvalidasi potensi desa langsung dari para pemangku wilayah. Langkah ini dilakukan agar pemetaan investasi di Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Busungbiu berjalan terarah dan berkelanjutan. Selain mengidentifikasi potensi, forum ini turut mendata berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi daerah.
Berdasarkan pemetaan sementara, setiap wilayah memiliki komoditas dan sektor unggulan yang khas: Kecamatan Gerokgak: Unggul di sektor perikanan dan bahari, agrowisata anggur, peternakan, serta wisata alam dan budaya. Peluang investasi yang dapat dikembangkan meliputi budidaya laut (keramba jaring apung, mutiara, udang), pabrik garam, agrowisata petik anggur beserta olahan turunannya, hingga ekowisata pesisir. Kecamatan Seririt: Memiliki potensi batu galian berkualitas super. Selain itu, sektor peternakan seperti penyediaan daging kerbau, sapi, dan babi juga menjadi peluang menjanjikan. Kecamatan Busungbiu: Wilayah bagian atas didominasi potensi komoditas kopi arabika dan robusta. Sementara wilayah bagian bawah memiliki keunggulan pada komoditas cengkeh, durian, cokelat, dan alpukat.
FGD penyusunan kajian potensi investasi ini berlangsung lancar dan interaktif. Komitmen dari seluruh Perbekel menjadi fondasi utama dalam menciptakan Peta Potensi Investasi berbasis data riil desa yang akurat dan aplikatif.
Upaya ini menjadi krusial mengingat realisasi investasi Kabupaten Buleleng pada tahun 2024 mencapai Rp3,10 triliun dan berada di posisi keempat dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali. Meski mencatatkan kinerja investasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Buleleng menilai masih banyak potensi desa yang perlu digali dan dipromosikan secara luas kepada para investor.
#bulelengpaten